Minggu, 25 Januari 2015

Toyota Kenalkan Camry "Monster"

Salah satu aliran modifikasi yang sudah jarang terlihat,Sleeper, kini coba digaungkan lagi oleh Toyota. Di pameran produk aftermarket internasional SEMA yang kini sedang berlangsung di Las Vegas Convention Center pada 4 – 7 November, Toyota menampilkan “Sleeper Camry”.
Tampak dari luar, sedan model 2015 ini sama sekali tidak menarik perhatian. Tampangya standar, perbedaan hanya pada pelek dan kaca film berwarna hitam pekat. Tapi jangan salah, jati diri Sleeper Camry mulai terbaca setelah “cangkang” dibuka ke atas dan menunjukan sasis berwarna merah menyala dan mesin besar dengan banyak konfigurasi custom.
Diperkenalkan oleh Rutledge Wood, Sleeper Camry menyembunyikan jantung pacu milik Tundra yakni V8, 5.7L, supercaharger, plus sistem nitro hasil racikan Toyota Racing Development. Toyota mengatakan total tenaganya mencapai 850 tk dan hanya butuh 9,8 detik untuk menempuh jarak 402 m.
Dikerjakan dalam 11 pekan, selain ukuran ban yang lebih besar dan profil sedikit lebih ceper dari standar, bisa jadi hampir tidak ada yang percaya mobil keluarga ini punya 100 tk lebih dari kebanyakan muscle car Amerika Serikat.
Di kabin, tak ada ruang buat penumpang selain pengemudi. Rangka dibuat spesial mengikuti regulasi kemanan internasional balap drag. Interior juga demikian, di hadapan joki semua instrument merupakan produk balap. Setelah tampil di SEMA, Sleeper Camry akan banyak “menipu” pebalap lain di balapan drag di Amerika Serikat

Selasa, 20 Januari 2015

Lima Mobil Konsep Chevrolet Mendarat di SEMA

Chevrolet tak mau ketinggalan pada ajang Specialty Equipment Market Association (SEMA) 2014 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, yang dibuka Selasa (4/11/2014). Pabrikan tuan rumah ini menampilkan lima mobil konsepnya di ajang ini.

Dua mobil dirancang berdasarkan basis Sonic, satu mobil hasil pengembangan dari Cruze, lalu mobil keempat versi modifikasi dari Impala dan terakhir adalah hasil ubahan dari Chevrolet SS Sport Sedan.

Pertama adalah Sonic Performance Concept yang berorientasi pada konsep sporty dengan paket ubahan eksterior serta racikan baru buat mendongkrak performa mesin dan handling. Tanaga bertambah dengan Chevrolet Performance Stage, saluran pendingin udara serta sistem pembuangan high-flow. Sementara buat stabilitas, sistem suspensi diubah agar mobil berprofil rendah. Pelek menggunakan Chevrolet Accessory berukuran R-17.
Masih mengandalkan model Sonic yang ditransformasikan menjadi Sonic Accessories Concept. Model ini fokus pada pengembangan desain kendaraan mengandalkan aksesoris khas Chevrolet. Warna bodi berkelir Summit White yang dipadukan dengan strip hitam. Penambahan aksesoris sekilas mirip dengan model Performance Concept, tapi ada pembeda yakni pada gril dan bodi kit.

Satu model flagship sedan sport Chevy yang diubah menjadi model konsep SS Sport. Warna merah membungkus bodi, dan beberapa ragam aksesoris yang menambah aura sedan sport. Terlihat pada gril, kap mesin dan spoiler, serta pelek berukuran besar.

Dilanjutkan dengan Impala Blackout. Konsep black-on-black dipadukan dengan Chevrolet Accessories yang menjadi sebuah kesatuan unik. Gril depan warna hitam, spoiler belakang, pelek alumunium 19 inci yang menjadikan Imapala makin apik.

Terakhir adalah konsep Cruze RS Plus. Dibalut dengan warna kustom Wildfire Metallic (oranye), RS Plus makin apik dengan ragam ubahan dan aksesoris sport. Bodi dibuat rendah dengan spoiler belang yang unik, lalu penambahan dengan menggunakan Chevrolet Accessories. Sektor interior juga mendapat sentuhan dengan lampu kabin ambient dan illuminated door sills. Sedangkan di bawah kap mesin tersemat Chevrolet Performance Stage dan sistem aliran pendingin udara yang mirip dengan Sonic Performance.

Kamis, 15 Januari 2015

Peugeot Scooter Gandeng Dainese untuk Keselamatan "Biker"

Dainese dan Peugeot Scooter bergandengan tangan sepakat untuk meningkatkan keselamatan dalam dunia sepeda motor. Bentuk kongkret kesepakatan kedua perusahaan ditunjukkan dengan memamerkan jaket Metropolis D-air pada stan Peugeot di Pameran Industri Sepeda Motor Milan (EICMA), 4-9 November 2014.
Jaket ini merupakan produk aftermarket yang sudah menggunakan teknologi kantong udara terkini milik Dainese, didesain untuk biker.

Sebagai salah satu produsen skuter tiga roda terdepan, Peugeot Metropolis sudah menawarkan tingkat keselamatan optimal bagi pengendaranya. Kini, ditambah dengan kantong udara Dainese D-Air Steet nirkabel, level keselamatan biker bertambah lebih drastis.

Kantong udara ini akan mengembang hanya dalam 45 mili detik ketika sensor alogaritma menangkap potensi terjadinya kecelakaan. Teknologi Dainese D-air Street System ini juga sudah diakui, dengan sertifikasi bintang lima dari Lembaga Sertifikasi Perancis (SRA).

"Saya sangat senang mengumumkan di EICMA 2014, peluncuran kerjasama antara Dainese dan Peugeot Scooter. Peugeot Metropolis D-air merupakan kombinasi terbaik untuk menjawab ekspektasi tinggi para konsumen premium kami menyangkut keselamatan," tukas Eric Mougin, Direktur Pemasaran dan Gaya Hidup Peugeot Scooter dilansir Motorcycle.com (4/11/2014).

Sabtu, 10 Januari 2015

2015, Mobil di India Wajib Lulus Tes Tabrak

 Entah ada hubungannya atau tidak dengan gagalnya hasil tes tabrak dua merek yang memproduksi mobil di India oleh Global NCAP, pemerintah setempat melalui lembaga Road Transport mengumumkan peraturan baru. Mulai Oktober 2015, semua mobil yang dijual di India harus lulus tes tabrak depan.
Dilaporkan Economic Times (5/11/2014), uji tabrak menggunakan standar kecepatan 56 kpj, atau lebih pelan dari standar Global NCAP dengan 64 kpj. Tapi standar itu dianggap lebih baik dibandingkan dengan ketetapan yang saat ini dipakai, yakni uji tabrak dengan kecepatan 48 kpj.

Sekretaris Road Transport Vijay Chhibber mengatakan bahwa peraturan dan regulasi akan mulai disosialiasikan Maret tahun depan.

”Produsen masih punya waktu lebih dari enam bulan (sampai Oktober) untuk menyesuaikan dengan regulasi tersebut. Kalau mereka bisa memproduksi mobil sesuai standar keamanan untuk negara lain, kenapa mereka tidak bisa melakukan hal yang sama untuk negara kita?” cetus Chhibber.

Saat hal ini akan menjadi kualifikasi minimum, produsen mobil bisa menyertakan model baru mereka di bawah naungan Bharat New Vehicle Safety Assessment Programme (BNVSAP). Lembaga ini yang akan memberikan ”bintang” untuk mobil yang diuji.

Lembaga tersebut bersifat independen dan berhak mengimplementasi serta mengelola usulan ini. Lembaga akan memilih mobil baru, misalnya mobil dengan penjualan terbanyak untuk diketahui standar keamanan pada penumpang.

Toyota Avanza dengan Konsep "Racing"

 MPV memang sangat identik dengan mobil keluarga. Namun bukan berarti karakter tersebut tidak bisa dipersonalisasi dan diubah sesuai keinginan pemilik. Seperti yang dilakukan Azharie pada Toyota Avanza G keluaran 2009. Konsep yang diusungnya jadi mirip mobil sport.
"Walaupun mobil keluarga tapi saya ingin mengubah persepsi bahwa MPV juga bisa dipakai buat performa, dan Avanza ini punya mesin yang mumpuni. Konsep profil rendah pas untuk membuat tampilan Avanza ini jadi perhatian, dengan syarat masih tetap stabil," papar pria berusia 33 tahun tersebut.

Standar
Azharie menuturkan, untuk membuat mobil ini kencang prosesnya tidak sulit. Bapak dua orang anak ini mengatakan bahwa mesin 1.3L yang digendong Avanza sebenarnya sudah mumpuni. "Saya cuma mengganti saluran pembuangan saja, mulai dari header hingga knalpot," urai Ari panggilan akrabnya.

Tidak ada penggantian komponen untuk mesin maupun aksesori penunjang di jantung pacu. Semua masih standar bawaan pabrik. Sebagai pembuktian Ari sempat ikut lomba drag race 201 dan berhasil memboyong piala peringkat 3 di kelas bracket 12 detik dan peringkat 4 di kelasbracket 11 detik.

Sangar
Untuk mendongkrak penampilan agar lebih sangar berbau racing, bodi ditutup stiker biru dof dari depan hingga pintu belakang. Ari sengaja tidak menutup stiker di bagian belakang untuk menyisakan identitas warna asli body. "Biar tidak melanggar aturan, bagian belakang tetap diperlihatkan cat asli bawaan mobil," kata pria yang berdomisili Jalan Tumpang, Semarang. 
Pada ruang kabin dipasang roll bar 4 titik. Dijelaskan, saat mengikuti drag race jok depan diganti dengan model balap. Namun untuk sehari-hari tetap pakai jok standar. AC dan audio tetap dipasang agar tetap nyaman dipakai sehari-hari. (ADV)

Senin, 05 Januari 2015

Tak Lulus Uji Tabrak, Ini Reaksi Datsun India

Setelah mendapat laporan dari Global NCAP atas gagalnya uji tabrak untuk Datsun Go dan Suzuki Swift produksi India [Baca: Suzuki Swift dan Datsun Go Produk India tak Lulus Uji], produsen pun mulai memberi respon. Dilaporkan indianautosblog (4/11/2014), Nissan India sebagai produsen Datsun Go mulai memberikan reaksi dengan pernyataan resmi.

Presiden Nissan India Operation, Guillaume Sicard, mengatakan bahwa Go sudah memenuhi regulasi kendaraan di India. Bahkan disebutkan, untuk varian paling top juga tidak dilengkapi dengan ABS atau kantung udara. Setelah laporan Global NCAP ini, kemungkinan perusahaan akan menawarkan kantung udara pada mobil murah itu.

Sekjen Global NCAP, David Ward, dalam siaran resminya menyatakan bahwa struktur bodi Go sangat lemah, meski nanti akan ditambah dengan kantung udara. ”Sangat mengecewakan perusahaan global seperti Nissan memproduksi mobil yang tak sesuai standar UN (United Nations) dan meluncurkan model ini pada 2014,” ujarnya dalam siaran pers.

Di lain sisi, Global NCAP sangat terbuka mengundang India untuk mendirikan NCAP sendiri yang mengacu pada standar keamanan global mulai 2016. Nissan India dalam pernyataan tambahan mengatakan bahwa perusahaan akan mempertimbangkan untuk menaikkan standar keamanan kendaraan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Maruti Suzuki sebagai produsen Suzuki Swift di India belum memberikan keterangan resmi.

Kamis, 25 Desember 2014

Ducati Multistrada 1200 Berteknologi Mesin Mobil

Ducati Multistrada terbaru tak hanya mengusung tampang segar, tetapi juga jantung pacu berkinerja seperti mesin mobil yang disebut DVT. Kombinasi ini diperkenalkan pertama kali pada gelaran EICMA, Milan, Selasa (4/11/2014), bersamaan dengan kemunculan beberapa varian lain dengan sentuhan baru.

Perhatian utama tentu tertuju pada bongkahan mesin yang diberi embel-embel Desmodromic Variable Timing (DVT). Inilah yang sanggup mengatur bukaan klep atau katup pada mesin untuk mendapatkan setelan irit sekaligus bertenaga.

Sistem bukaan klep itu mirip yang digunakan pada mesin-mesin mobil, yang akrab disebut VVT milik Suzuki, VVT-i untuk Toyota, atau bahkan CVVT pada Kia, dan masih banyak lagi. DVT milik Ducati membuatnya berstatus sebagai sepeda motor pertama yang menerapkan teknologi bukaan katup seperti mobil.
  • Sumber : - | Author : Asphaltandrubber
    Ducati Multistrada 1200 DVT.
  • Sumber : - | Author : Asphaltandrubber
    Penuh dengan kelengkapan elektronik.
  • Sumber : - | Author : Asphaltandrubber
    Pilihan warna untuk Ducati Multistrada 1200 DVT.
IMUSelain sistem bukaan klep, hampir semua bagian sepeda motor ini berubah. Teknologi semakin canggih dengan Intertial Measurement Unit (IMU) yang membuat pengereman semakin efektif. IMU juga berguna untuk mengatur fungsi suspensi.

Kontrol elektronik sangat lengkap termasuk Ducati Wheelie Control (DWC) hingga Ducati Traction Control (DTC) yang juga dikendalikan IMU. Cruise control menjadi standar pada semua model dan sistem multimedia, menghubungkan sepeda motor dengan smartphone melalui Bluetooth.
Soal wajah, berubah cukup drastis, terutama pada bagian muka. Kombinasi lampu LED menjadi ciri khas yang sangat mudah dikenali. Tameng angin depan lebih tinggi, dikombinasi jok yang sudah disesuaikan agar mudah dinaiki.

Dengan perubahan frame dan sub-frame, membuat sepeda motor bisa didesain ulang lebih ramping, termasuk penyimpanan barang yang semakin bersih dan simpel.

Sudah pasti, model ini akan dibawa Ducati Indonesia sebagai model 2015. Namun kehadirannya belum bisa dipastikan tepatnya, diperkirakan awal tahun depan.